Cara Menulis Berita

Berita adalah tulisan yang dimaksudkan untuk mengabarkan atau menceritakan suatu kejadian atau peristiwa tertentu. Tujuan utama berita adalah agar suatu kejadian atau persitiwa tersebut diketahui oleh orang lain.

Karena itulah cara bertutur atau gaya tulisan tidak bertele-tele dan isinya bersifat apa adanya (obyektif). Dengan demikian, tulisan berita sasaran utamanya adalah pengetahuan kognitif atau nalar rasional pembaca.

Karena tulisan bersifat obyektif maka dalam bertutur tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata narasi misalnya: kami dan saya, kecuali dalam kutipan petikan dialog dan sejenisnya. Jadi bahasanya cenderung baku.

Tulisan berita memuat 6 unsur yang disingkat dengan 5W1H, yaitu:

  • What (apa)
  • Where (dimana)
  • When (kapan)
  • Who (siapa)
  • Why (mengapa)
  • How (bagaimana)

Untuk memudah, dalam bahasa Indonesia dapat juga disingkat menjadi ADIKSIMBA yang merupakan kependekan dari: Apa DImana Kapan SIapa Mengapa BAgaimana.

  • Apa (what)?

Menjelaskan jenis peristiwa yang terjadi. Apa yang terjadi? Peristiwa apa? Misalnya: Sebuah kecelakan, pawai kendaraan, kegiatan pengabdian, dan lain-lain

Di mana (where)?

Menyebutkan tempat kejadian. Kejadian/peristiwa itu terjadi di mana?Misal: di Bogor, di pinggir kali Ciliwung, dan lain-lain.

  • Kapan (when)?

Menjelaskan waktu kejadian peristiwa. Hari apa? Jam berapa? Tahun berapa? Misal: Sabtu, 12 Juli 2020, Selasa dini hari, dan seterusnya.

  • Siapa (who)?

Menjelaskan pelaku peristiwa. Siapa yang tertabrak? Siapa yang menabrak? Siapa yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat? Siapa pesertanya? Siapa yang hadir? Misal: dua bocah tertabrak sepeda, kegiatan ini dihadiri oleh semua mahasiswa, dan seterusnya.

  • Mengapa (why)?

Menjelaskan alasan peristiwa, penyebab peristiwa, atau tujuan peristiwa. Misal: kecelakaan itu disebabkan karena sopir mengantuk, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membina jiwa sosial mahasiswa, dan seterusnya.

  • Bagaimana (how)?

Menjelaskan keadaan peristiwa, kondisi peristiwa. Misal: dua bocah itu babak belur, acara pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan seterusnya

Keenam unsur ini peletakannya bebas, ya. Tidak harus berurutan dari what dan seterusnya. Jadi sesuaikan saja mana yang cocok dengan cara bertutur teman-teman. Nah, biar jelas langsung saja simak contohnya, ya.

CONTOH BERITA

Salah satu tugas yang harus dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA adalah melakukan Pengabdian kepada Masayarakat (PkM). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa. Menjalankan tugas mulia ini, kelompok 69 yang diberi nama kelompok Peduli Sesama telah melakukan PkM di Desa Rawakalong, Gunung, Bogor pada hari Sabtu, 16 Juli 2020.

Kegiatan ini berupa pemberian bantuan modal dagang untuk lima pedagang Bakso yaitu: Umar, Fadli, Iman, Santi, dan Irma. Masing-masing diberikan gerobak lengkap dengan peralatannya. Dana bantuan diperoleh dari para donatur yang terdiri dari perorangan dan institusi.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di balai desa Rawakalong. Hadir pada acara penyerahan tersebut Dr. Indra, Camat Gunung Sindur, Hendardi Gunawan, S.H.I., Kepala Desa Rawakalong, dan beberapa perangkat desa. Beberapa warga juga turut hadir menyaksikan acara penyerahan tersebut. Di samping bantuan dari tim pengabdian kepada masyarakat, Camat Gunung Sindur juga menambahkan bantuan berupa paket sembako.

Para pedagang merasa sangat senang dan beterima kasih kepada tim pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat FEB UHAMKA. Semoga Allah membalas semua jasa adik-adik mahasiswa,” ucap Umar berkaca-kaca. Umar menyalami tim pengabdian diikuti oleh warga lain yang diberi bantun. Kegiatan dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar. Acara diakhir dengan makan siang bersama dan ramah tamah.

Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita bedah satu-satu 6 unsur pokok yang terdapat dalam tulisan di atas.

  • Apa (what)?

(1) Kegiatan Pengabdian kepada Masayarakat (PkM), (2) Bantuan modal dagang untuk lima pedagang Bakso

  • Di mana (where)?

(1) Di Desa Rawakalong, Gunung, Bogor, (2) Di balai desa Rawakalong

  • Kapan (when)?

Sabtu, 16 Juli 2020

  • Siapa (who)?

(1) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA (pelaku), (2) Camat, Lurah Rawakalong, warga (peserta yang hadir), (3) Umar, Fadli, dll (orang yang dibantu).

  • Mengapa (why)?

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa

  • Bagaimana (how)?

(1) Para pedagang merasa sangat senang dan beterima kasih, (2) Kegiatan dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar.

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Bukti Seorang Muttaqin (Khutbah Idul Fitri 1440 H)

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ …

Leave a Reply