Cara Menulis Feature

Feature adalah tulisan yang dimaksudkan untuk mengabarkan atau menceritakan suatu kejadian atau peristiwa tertentu. Tulisan feature ditujukan tidak hanya sekedar sebagai informasi, tapi juga dimaksudkan untuk menghibur, menginspirasi atau menyentuh kesadaran pembaca.

Dengan demikian, tulisan feature sasaran utamanya adalah emosi/perasaan pembaca. Karena itulah cara bertutur atau gaya tulisan bersifat subyektif, boleh agak bertele-tele dalam artian tidak to the point pada 5W1H dan boleh menggunakan kalimat subyektif misalnya: saya, aku, kami. Namun demikian, feature bukan fiksi, ya. Jadi yang diceritakan, meskipun bahasa berceritanya subyektif, ngelantur dan boleh jadi melo, tetap peristiwa betulan.

Secara umum stuktur isinya sama dengan berita, Tulisan berita memuat 6 unsur yang disingkat dengan 5W1H, yaitu:

  • What (apa)
  • Where (dimana)
  • When (kapan)
  • Who (siapa)
  • Why (mengapa)
  • How (bagaimana)

Atau yang bisa juga disingkat dengan ADIKSIMBA  (Apa DImana Kapan SIapa Mengapa BAgaimana)

Pada tulisan ini saya tidak akan membedah secara detail tentang ADIKSIMBA ini, ya. Saya telah sudah menjelaskan dengan gamblang pada tulisan saya yang lalu yang berjudul: Cara Menulis Berita. Kalau belum paham silahkan klik di sini.

Saya langsung saja ke contohnya:

CONTOH FEATURE

Beruntung aku kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dicanangkan di fakultas ini membuatku belajar banyak tentang arti memberi. Di luar sana ternyata cukup banyak orang-orang yang menanti uluran tangan kita. Emosiku teraduk-aduk saat melihat seorang ibu menggending kedua anaknya sambil menawarkan dagangan ke sana ke mari. Satu anaknya meronta-ronta karena kelaparan. Sedang anak yang satunya terkulai tak berdaya.

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagiku. Sabtu, 16 Juli 2020 aku memastikan untuk berhijrah. Aku ingin membuat perbedaan antara diriku yang dulu. Aku yang tak peduli dengan sesama, aku yang selalu menyia-nyiakan waktu, aku yang tak tahu terima kasih pada sesama, dan aku yang tak peduli pada Allah.

Aku bersandar di pintu masuk kantor desa Rawakalong selepas acara penyerahan bantun. Sementara Pak Camat, Pak Lurah, para peserta, dan kawan-kawanku telah berlalu meninggalkan tempat itu. Aku termenung bermuhasabah, teringat segala kelakuanku selama ini.

Suryati, ibu beranak dua yang menjadi salah satu orang yang mendapat bantuan dalam program pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan benar-benar telah mengajariku tentang arti hidup dan perjuangan. Betapa wanita itu sangat kuat dalam menghadapi hidup. Betapa sabar dan tawakalnya dia menjalani hari-hari kelam bersama kedua anaknya. Semoga saja imanku teguh dan kesadaranku lestari. Semoga seberkas sinar kesadaran ini dapat menerangi jalan hidupku di masa depan. Amin.

==========

Di sini saya juga tidak akan membedah lagi isi tulisan di atas sesuai dengan unsur 5W1H. Saya telah membedah hal serupa pada tulisan saya yang berjudul Cara Menulis Berita. Hampir mirip soalnya. Sebaiknya dengan cara yang saya jelaskan di tulisan Cara Menulis Berita, coba teman-teman praktikkan bedah sendiri tulisan di atas dengan unsur 5W1H.

Sebaiknya teman-teman baca lagi tulisan saya yang berjudul Cara Menulis Berita, ya. Dengan demikian teman-teman akan gamblang apa pernbedaannya antara feature dengan berita. Semoga bermanfaat.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Leave a Reply