Orientasi Materi Pendidikan Agama

Salah satu stasiun televisi swasta, SCTV, pada 12 Juli 2010 sampai 17 September 2011 menayangkan sinetron dengan judul “Islam KTP”. Sinetron ini diproduksi oleh Multivision Plus. Sinetron ini mendapat respon yang luar biasa dari penonton hingga tembus 558 episode. Sinetron ini jelas merupakan sindirian bagi umat Islam Indonesia yang barangkali menurut penulis naskah dan sutradara sinetron ini keislaman masyarakat Indonesia kebanyakan sekedar Islam KTP. KTP sih Islam, tapi tidak melaksanakan ajaran Islam. Bahkan tak jarang diantaranya malah melecehkan agama Islam itu sendiri. Entah kenapa kok bisa-bisanya sinetron ini sampai tembus 558 episode, ya? Mungkin memang cocok dengan kenyataan. Pesan moral dari judul sinetron ini jelas sangat bagus. Tapi entahlah, apakah mereka yang Islamnya KTP tersadarkan atau tidak. Atau sekedar menikmati sinetron ini sebagai hiburan pelepas lelah.

Dua hari yang lalu saya makan malam dekat rumah di warung tenda pecel lele. Tak selang lama datang perempuan menor berkerudung. Setelah dia pesan menu kemudian duduk. Dan… tra la, la…dia menyalakan rokok dengan santainya kebal-kebul di samping saya. Dalam hati saya geram: “Hei! Buang tu kerudung lo! Malu-maluin Islam saja!”

Kejadian serupa ini saya juga pernah mengalami pada Ramadhan tahun lalu (1439 H). Saat itu saya sedang belanja di sebuah mall dekat rumah. Setelah belanjaan klar saya mampr ke food court karena anak saya yang berusia lima tahun minta makan. Tak lama kemudian datang sepasang suami istri dengan kedua anaknya. Si istri dan anak perempuannya mengenakan kedurung. Pastinya muslim, kan?

Kemudian mereka pesan makanan. Begitu makanan disajikan tiba-tiba… tra la,la… lho, lho.. kok mereka makan semua, ya. Kalau yang perempuan mungkin sedang berhalangan sehingga tidak puasa. Tapi kok suaminya makan juga. Mana lahap banget lagi..

Nah, teman-temanku semua mahasiswa FEB-UHAMKA tercinta. Banyak diantara kita yang beragama tapi tidak punya kesadaran, tidak paham dengan agamanya. Sebab banyak diantara kita yang beragama hanya sekedar warisan orangtua. Orangtua Islam maka anaknya otomatis Islam. Dia tidak punya kesadaran keimanan, tidak paham dengan Islam, tidak bangga dengan Islam.  

Di sinilah kemudian penting bagi kita semua beragama secara sadar dan benar. Dalam mata kuliah ini kita tidak hanya sekedar ingin mengetahui materi pembelajaran. Tapi ingin meraih kesadaran keimanan. Kita ingin menjadi seorang muslim yang punya samangat keimanan, paham dan bangga terhadap Islam. Bahkan Islam KTP yang agamanya hanya untuk sekedar formalitas. Bahkan terkadang dia sendiri membenci Islam, meski dia sendiri beragama Islam. Astaghfirullahaladziim…

Berbagai pembahasan kita terutama diarahkan sebagai upaya untuk mencari menanamkan kesadaran dalam diri kita. Setelah itu kemudian kita melaksanakan ajaran Islam. Menambah amal ibadah, dan seterusnya. Jadi apalah artinya kita belajar agama kalau tidak memperkuat keimanan dan menambah amal.

Pembahasan dimulai dari penciptan manusia dan tujuannya sehingga kita sadar siapa kita, kedudukan kita di dunia dan tujuan akhir kehidupan kita. Selanjutnya mulai membahas pentingnya agama, kenapa kita harus beragama, apa manfaatnya dan kenapa kita memilih Islam. Setelah itu masuk kepada pembahasan Islam, mulai dari sumbernya, pembawanya, para pendahulu yang telah menjadi teladan dalam mengamalkan dan memperjuangkan Islam, hingga ajaran-ajarannya.

Kemudian pembahasan diakhiri dengan pentingnya berdakwah dan juga jihad serta bagaimana sikap kita dalam menghadapi perbedaan. Dengan semua pembahasan ini kita diharapkan memahami secara umum tentang agama Islam dan punya semangat iman untuk menjalankan ajaran Islam dan mendakwahkannya, serta menjadi muslim teladan di tengah-tengah keberagaman.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Leave a Reply