WORKSHOP METODE DAN MEDIA PERMAINAN UNTUK MATA PELAJARAN AIKA (AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN/KE`AISYIYAHAN) BAGI GURU-GURU TK `AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL CABANG CIPUTAT TIMUR DAN GURU-GURU TK `AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL CABANG PAMULANG

Afni Rasyid1, Nur Amalia2 dan Wini Tarmini2

1Pendidikan Guru PAUD, 2Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Muhammadiyah Profesor DR. Hamka Jakarta

Email: afnirasyid326@yahoo.co.id

Abstrak

Kegiatan Belajar Mengajar akan terlaksana dengan baik apabila seluruh elemen yang terkait didalamnya dapat menunjukkan eksistensinya melalui berbagai kegiatan yang variatif dan dapat memberikan manfaat bagi tenaga pengajar yang memerlukan motivasi dan penyegaran kembali baik dalam penerapan model pembelajaran maupun media pembelajaran. Untuk meningkatkan motivasi, kreativitas dan produktivitas tenaga pengajar dalam  mengembangkan diri dan  kemampuannya.Masalah prioritas pada mitra berkaitan dengan membangun budaya literasi dalam pembelajaran membaca dan menulis  yang disampaikan melalui permainan bahasa bagi siswaTK  ABA perlu didukung dengan pelatihan keterampilan penggunaan metode pembelajaran dan media pembelajaran bagi tenaga pengajar, untuk itu tim pengmas dari Uhamka berinisiatif untuk berbagi ilmu dalam kegiatan Workshop Metode dan Media Permainan untuk Mata Pelajaran AIKA (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan/Ke`Aisyiyahan) bagi Guru-guru TK `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Ciputat Timur dan Guru-Guru TK `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Pamulang. Kegiatan ini terlaksana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari antusiasme para peserta mendengarkan penjelasan, mengajukan pertanyaan dan aktif mengikuti permainan. Setelah dilakukan kegiatan ini diharapkan kepada peserta untuk menerapkan ilmu yang telah diberikan oleh tim pengmas, agar dapat meningkatkan hasil pembelajaran di sekolah tempat peserta mengajar.

Kata Kunci: Metode dan Media Permainan

Abstract

Teaching and Learning activities will be carried out well if all the elements involved in it can show their existence through various varied activities and can provide benefits for teaching staff who need motivation and refreshment both in the application of learning models and learning media. To increase motivation, creativity and productivity of teaching staff in developing themselves and their abilities. Priority issues for partners relate to building a literacy culture in learning to read and write delivered through language games for ABA students need to be supported by skills training in the use of learning methods and learning media for teaching staff, for that the community care team from Uhamka took the initiative to share knowledge in Workshop activities Game Methods and Media for AIKA Subjects (Al-Islam and Kemuhammadiyahan / Ke’Aisyiyahan) for Kindergarten Teachers ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Eastern Ciputat Branch And Kindergarten Teachers’ Aisyiyah Bustanul Athfal Pamulang Branch. The activity was carried out well, this can be seen from the enthusiasm of the participants listening to the explanation, asking questions and actively participating in the game. After doing this activity it is expected that participants will apply the knowledge that has been provided by the community service team, in order to improve learning outcomes in the school where participants teach.

Keywords: Game Methods and Media

PENDAHULUAN

Mata pelajaran AIK adalah mata pelajaran yang sarat dengan pendidikan karakter dan misi dakwah Islam amar makruf nahi munkar yang diberikan di setiap jenjang pendidikan milik Persyarikatan Muhammadiyah.  Jika seseorang menempuh pendidikan  dari TK ABA sampai sekolah Pasca Sarjana milik Persyarikatan ini, maka seharusnya dia sudah terpapar dengan sempurna dan mempraktikkan Islam menurut paham dan idiologi Muhammadiyah, dan akan menjadi seorang Muslim, seorang kader Persyarikatan Muhammadiyah yang berkarakter, menjadi seorang manusia yang kuat dan tangguh, berakhlak mulia dan rahmatan li `alamin,   Hal yang demikian, sudah sejalan dengan Kebijakan pemerintah melalui Permendikbud tentang  pendidikan berbasis karakter yang dicanangkan secara resmi pada tahun ajaran baru 2011/2012 di SMA Negeri 70 Jakarta, ketika itu tokoh Muhammadiyah Fasli Jalal menjadi wakil Menteri Pendidikan Nasional.

Membangun karakter dimulai dari  Usia Dini. Ada 5 karakter yang dapat mendukung si kecil menjadi sosok yang tangguh, yakni banyak akal, berani, gigih, adaptif, dan mandiri. Lima karakter tersebut sudah dimiliki oleh setiap manusia sebagai potensi dasar. Potensi-potensi tersebut digali, ditemukan, ditumbuh kembangkan oleh Pendidik melalui pembelajaran di Sekolah TK ABA dengan nilai-nilai ke Islaman yang Rahmatan lil Alamin, yaitu Al-Islam terintegrasi Kemuhammadiyahan dan Ke`aisyiyahan.

Anak Usia Dini adalah masa anak yang senang bermain. Metode pembelajaran pada anak usia dini yang cocok adalah metode bermain. Apapun materinya, termasuk untuk mata pelajaran Al Islam terintegrasi Kemuhammadiyahan dan Ke`aisyiyahan untuk anak usia dini harus dilakukan dengan metode Permainan. Agar lebih menarik minat bagi anak usia dini Metode Permainan  dilengkapi dengan Media Permainan yang menarik.

Pendidikan adalah sebuah system yang terdiri dari berbagai komponen yang sinergi sebagai satu kesatuan. Selain kurikulum, materi, metode, media, peserta didik  yang bagus, cocok dan menarik, juga guru harus bagus, mumpuni dan memiliki karakter karena guru adalah sumber bagi peserta didik di TK/PAUD yang akan memberikan pemahaman, penanaman nilai Al-Islam Akhlakul karimah, contoh, motifasi, mengenalkan, dan mengajak murid untuk melakukan sesuatu, seperti mengingat, menghafal dan menerapkan amalan-amalan yang terdapat dalam Islam.

Untuk meningkatkan kemampuan dan daya ingat siswa dalam belajar, termasuk dalam  mata pelajaran AIK, pendidik/guru dapat menggunakan alat bantu yang dapat mempercepat penguasaan siswa terhadap kemampuan permulaan yakni dengan berbagai permainan. . Penerapan metode bermain bagi anak harus dilakukan semenarik mungkin agar anak merasa tertarik dan termotivasi untuk mengikuti permainan tanpa ada paksaan. Salah satu permainan adalah Permainan Bahasadengan  menggunakan kartu-kartu  yang sudah ditulisi dengan huruf, kata, kalimat, diwarnai dengan gambar dan warna yang mencolok dan menarik. Penggunaan kartu-kartu ini akan menumbuhkan motivasi bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis dan anak-anak  happy karena mereka diajak bermain sambil belajar.

Proses dalam bermain pada anak memberikan pembelajaran secara utuh karena anak  mendapatkan pengalaman langsung dan anak terlibat dalam permainan sehingga anak mendapatkan pembelajaran dan informasi baru dari bermain. Bermain memberikan kesenangan bagi anak sehingga anak tidak merasa bosan saat melakukan aktivitas bermain. Penerapan permainan dengan menggunakan kartu huruf, kartu kata dan kartu kalimat dapat divariasikan dengan  penggunaannya seperti melengkapi huruf-huruf yang sengaja dihilangkan, mewarnai huruf , kata atau gambar, kartu gambar, mencocokan kartu gambar dalam spasi yang kosong, mengulang kosa kata, menebak huruf, pesan berantai, mengarang gotong royong, mewarnai gotong royong,  cerdas cermat, siap melakukan perintah, menyusun kalimat berdasarkan kata terakhir dan permaianan ketangkasan lain, seperti  batu locatan, lempar bola, memperebutkan kursi dll.  Agar kebiasaan ini dapat terus berlanjut guru-guru perlu dibekali dengan pengetahuan tentang media pembelajaran yang bervariasi dan metode pembelajaran yang menarik.

Permainan bahasa merupakan permainan untuk memperoleh kesenangan dan untuk melatih ketrampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Apabila suatu permainan menimbulkan kesenangan, tetapi tidak memperoleh keterampilan berbahasa tertentu, maka permainan tersebut bukan permainan bahasa, sebaliknya, apabila suatu kegiatan melatih keterampilan bahasa tertentu, tetapi tidak ada unsur kesenangan maka bukan disebut permainan bahasa. Dapat disebut permainan bahasa, apabila suatu aktivitas tersebut mengandung kedua unsur, kesenangan dan melatih ketrampilan berbahasa (menyimak, berbicara, mambaca dan menulis).

Tujuan utama permaian bahasa bukan semata-mata untuk memperoleh kesenangan, tetapi untuk belajar ketrampilan berbahasa tertentu, misalnya menyimak, berbicara,  membaca, dan menulis. Aktivitas permainan digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Menurut (Politt, 2006: 32) bahwa interaksi antara permainan dengan pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar yang sangat penting dan menarik bagi siswa. Menang dan kalah bukan merupakan tujuan utama permainan. Terdapat unsur  rintangan atau tantangan yang harus dihadapi dalam setiap permainan. Tantangan  tersebut dapat  berupa masalah yang harus diselesaikan, tetapi juga dapat berupa kompetisi.

Berdasarkan pengamatan, data, wawancara dengan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah `Aisyiyah (Majelis Dikdasmen PDA) Kota Tangerang Selatan, masalah prioritas pada mitra adalah bahwa Pendidik di TK ABA terdiri dari guru-guru yang berlatar belakang non pendidikan tetapi mereka berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada hasil yang diperoleh siswa. Permasalahan berikut yang kami temukan pada sekolah mitra adalah belum adanya pelatihan keterampilan dalam mengajar baik dari segi penggunaan metode pembelajaran maupun media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siwa untuk belajar mata pelajaran AIK. Sementara itu STPPA (Standart Ttingkat Pencapaian Perkembangan Anak) khusus untuk fokus pendidikan Al Islam terintegrasi Ke-‘Aisyiyahan dan Ke-Muhammadiyahan belum diterapkan secara ketat dan baku secara nasional dan masih bersifat lokal. Untuk itulah kami tim pengabdian dari UHAMKA merasa terpanggil untuk berbagi dengan guru-guru melalui Workshop Metode dan Media Permainan Bahasa  bagi Guru-guruTK `Aisyiyah Busthanul Athfal kota Tangerang Selatan  dalam upaya membangun budaya dan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang dimulai dari TK ABA.

MASALAH

Berdasarkan hasil wawancara dengan  Majelis Didaksmen PDA kota Tangerang Selatan antara lain:

  1. Terdapat 4 TK ABA di Cabang ‘Aisyiyah Ciputat Timur dan 3 TK ABA di Cabang Pamulang.
  2. Terdapat 38 orang guru yang tidak semua memiliki latar belakang  pendidikan apa lagi PG TK/PG PAUD.
  3. Sebagian guru ada yang lulusan D3, S1 non Pendidikan/PGAUDada sedang dalam proses menyelesaikan kuliah S1, bahkan ada yang tamat SLTA (SMA, SMK dan sederajat)
  4. Belum adanya  pelatihan keterampilan peggunaan metode dan media pembelajaran bagi guru-guruTK  ABA.
  5. urangnya fasilitas media pembelajaran yang disediakan pihak sekolah seperti: buku-buku terbaru di perpustakaan, media pembelajaran yang kurang mendukung, alat peraga yang belum memenuhi standard  pembelajaran.

METODE PELAKSANAAN

Pelatihan metode dan media permainan untuk mata pelajaran AIK (al-islam dan kemuhammadiyahan/ke`aisyiyahan)  bagi guru-guru tk `aisyiyah bustanul athfal. Cabang ciputat timur dan guru-guru tk `aisyiyah bustanul athfal cabang pamulang, dimulai dengan survei lokasi mitra untuk mengetahui permasalahan yang terjadi. Ini dilakukan oleh Tim Pengabdian UHAMKA:

  1. Menentukan prioritas permasalahan yang perlu diatasi, yakni kurangnya kreativitas dan keterampilan guru dalam penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan media pembelajaran yang bervariasi yang dapat membantu guru-guruTK ABA dalam mengajar siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam  pembelajaran membaca dan menulis  permulaan melalui permainan bahasa.
  2. Mencari sumber-sumber informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa TK ABA dengan berbagai permainan, seperti permainan ketangkasan dan permainan bahasa yang mampu memberikan solusi dalam menangani  permasalahan  tersebut, baik jenis permainan, cara bermain, praktek bermain dan membuat media permainan  bahasa  yang menarik dan dapat meningkatkan kemampuan  membaca dan menulis permulaan.
  3. Melaksanakan kegiatan sosialisasi pembelajaran permulaan melalui permainan bahasa bagi guru-guru TK ABA didampingi oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Tangerang Selatan, kegiatan sosialisasi didahului dengan pendekatan dan bicara dari hati ke hati dengan Ketua MAjelis Dikasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Tangerang Selatan  tentang masalah yang dihadapi guru- guru TK  ABA saat mengajar membaca-menulis permulaan, dan berdiskusi  tentang penggunaan metode dan media pembelajaran yang efektif, berkaitan dengan pembelajaran membaca di kelas awal, dan permainan yang dapat digunakan untuk membantu siswa TKABA  dalam mempelajari Mata pelajaran AIK melalui keterampilan membaca dan menulis permulaan.
  4. Mempraktikkan teknik permainan bahasa dengan menggunakan metode pembelajaran  yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik dan mampu membuat siswa termotivasi dalam kegiatan pembelajaran membaca dan menulis permulaan umtuk mata pelajaran AIK   di tempat yang telah disediakan oleh mitra dan diikuti oleh guru, serta didampingi oleh narasumber dan Tim Pengabdian UHAMKA, mulai dari permainan menggunakan kartu huruf, kartu kata, kartun kalimat sampai yang membutuhkan properti.
  5. Mengevaluasi seluruh kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan pelatihan pembelajaran materi AIK melalui pembelajaran membaca menulis dengan permainan Bahasa di TK Aisyisyah hingga mitra  mampu melaksanakan permainan ini  secara mandiri.

LANGKAH PELAKSANAAN SOLUSI

Tahapan atau langkah yang ditempuh dalam melaksanakan solusi meliputi dua macam kegiatan, yaitu:

  1. Kegiatan Ceramah

         Kegiatan ini diperlukan dalam rangka memberikan dasar pemahaman dan pengetahuan  mengenai metode dan media bermain melalui pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan permainan Bahasa dalam mengajarkan mata pelajaran AIK bagi guru tentang pentingnya penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan penggunaan media pembelajaran yang menarik untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam memahami pembelajaran membaca-menulis. Hal ini penting dilakukan mengingat kegiatan  pembelajaran membaca dan menulis permulaan harus ditanamkan sejak dini agar siswa dapat mengikuti pembelajaran selanjutnya. Kegiatan Praktik antara lain:

  1. Menyiapkan metode pembelajaran yang tepat  dan bervariasi.
  2. Menyiapkan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat memotivasi anak dalam memahami pembelajaran membaca-menulis permulaan.
  3. Memgajarkan cara menggunakan media permainan secara teoritis.
  4. Mengajak guru-guru untuk menerapkan permaian bahasa.
  5. Menberikan informasi tentang cara membuat media pembelajaran yang menarik.
  6. Praktek membuat media permainan bahasa.
  7. Menilai media permainan Bahasa yang dibuat oleh  mitra.

PARTISIPASI MITRA

Keterlibatan mitra diperlukan dalam rangka mewujudkan kegiatan pelatihan yang kondusif dan efisien. Dalam hal ini, guru yang mengajarkan mata p elajaran AIK melalui membaca dan menulis permulaan kelas rendah, Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah Ciputat Timur dan Pamulang yang memfasilitasi guru-guruTK  ABA untuk  mendukung dan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian UHAMKA. Partisipasi mitra meliputi:

  1. Menyediakan sarana dan prasarana untuk sosialisasi dan praktek pembelajaran AIKA melaluimembaca-menulis permulaan dengan permainan bahasa.
  2. Turut membantu pelaksanaan kegiatan dari penyajian materi, praktek menggunakan metode pembelajaran dan  media pembelajaran.
  3. Mengakomodosi fasilitas penunjang kegiatan sosialisasi dan praktek pembelajaran     membaca permulaan maupun praktek membuat media pembelajaran.
  4. Menjaga keamanan, kebersihan, dan merawat media yang sudah dihasilkan.

EVALUASI PROGRAM PELATIHAN

Evaluasi  program workshop metode dan media permainan untuk mata pelajaran AIK (al-islam dan kemuhammadiyahan/ke`aisyiyahan) bagi guru-guru TK ABA Cabang Ciputat Timur dan guru-guru TK ABA Cabang Pamulang, melalui metode dan media permainan bahasa dalam upaya membangun budaya literasi sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru-guru TK ABA dalam mengajarkan membaca-menulis permulaan melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik murah, dan mudah dibuat. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa agar termotivasi belajar membaca melalui permainan Bahasa yang menarik dan mudah dipraktikkan.

Evaluasi dilakukan berupa pemantauan hasil media pembelajaran yang dibuat oleh guru. Tim Pengabdian Masyarakat UHAMKA melihat penerapan metode pembelajaran dan pengunaan media pembelajaran membaca-menulis  permulaan  melalui permainan huruf, kata dan kalimat, permainan batu loncatan dan permainan menarik yang dapat memberikan suatu situasi belajar yang santai dan menyenangkan. Peserta didik dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan dan keputusan. Dalam memainkan suatu permainan, siswa dapat melihat sejumlah huruf/kata/berkali-kali, dan menyusunnya dalam sebuah kalimat namun tidak dengan cara yang membosankan. Pengajar/guru perlu banyak memberikan sanjungan dan semangat, hindari kesan bahwa peserta didik melakukan kegagalan. Jika permainan sukar dilakukan oleh peserta didk, maka Guru/Pengajar perlu membantu agar siswa merasa senang dan berhasil dalam belajar. Apabila ditemui kendala dan hambatan, maka akan dicari solusi alternatif untuk meminimalisir kemungkinan kegagalan  dalam pembelajaran membaca-menulis permulaan.

Peserta yang mengikuti workshop sangat antusias. Hal tersebut dapat dilihat dari  jumlah dan respon  peserta. Jumlah peserta melebihi target, mereka hadir dan mengikuti sampai selesai. Semula ditargetkan hanya untuk 15 orang guru untuk setiap pelaksanaan percabang, ternyata yang mendaftar di Cabang Ciputat Timur ada 19 orang dan Pamulang berjumlah 17 orang.  Respon, pernyataan dan pertanyaan peserta mengindikasikan minat dan keingintahuan cukup banyak diajukan peserta, baik kepada pemateri maupun fasilitator. Ketika praktik, mereka melakukannya dengan senang dan gembira. Ada peserta yang menyatakan bahwa ternyata materi pendidikan Al-Islam terintegrasi Ke-‘Aisyiyahan dan Ke-Muhammadiyahan bias  diberikaan dengan cara bermain.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Workshop metode dan media permainan untuk mata pelajaran AIKA (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan/ke`Aisyiyahan bagi guru-guru TK `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Ciputat Timur dan guru-guru tk `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Pamulang disampaikan melalui penyajian materi, Tanya jawab dan diskusi, pemberian tugas-tugas dan ktik langsung beberapa permainan. Dari kegiatan ini ditemukan bahwa masih ada guru-guru yang mempraktikkan melafazkan niat setiap akan shalat dan ibadah lainnya, membaca doa qunut setiap shalat Subuh, membaca doa Iftitah tidak tuntas, yakni yang diawali dengan Allahu Akbar kabiiraw..dan diakhiri dengan wa ana minal muslimiin. Meskipun mereka semua tahu bahwa ada doa iftitah dari Allahumma baaid ..diakhiri dengan wal bard yang dipraktikan oleh warga persyarikatan. Namun mereka tetap melakukan kebiasaan karena mereka tidak tahu kenapa ada dan terjadi  perbedaan. Oleh pemateri diberikan pencerahan dengan menyampaikan dan menjelaskn dalil naqli dan aqlinya tentang hal tersebut. Juga mereka tidak ada yang tahu bahwa ketua ‘Aisyiyah pertama bukan Siti Walidah  atau Nyai Ahmad Dahlan. Melalui Work Shop ini disampaikan bahwa ketua ‘Aisyiyah pertama adalah Siti Bariyah dan  diperlihatkan fotonya.

KESIMPULAN

Kegiatan workshop metode dan media permainan untuk mata pelajaran AIK (al-islam dan kemuhammadiyahan/ke`aisyiyahan) bagi guru-guru TK `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Ciputat Timur dan guru-guru TK `Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Pamulang dapat dilaksanakan sesuai dengan Yang direncanakan dan diharapkn. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber, dan minat peserta untuk mengikuti pelatihan ini serta harapan mereka  agar workshop semacam ini dapat berlanjut.

Setelah workshop ini dilaksanakan diharapkan guru-guru TK ‘Aisyiyah semakin bersemangat untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh dari kegiatan ini dengan cara mempraktikkan di kelas dan memperkaya dengan mmperbanyak contoh dengan benda2 yang ada disekitar (tidak berbiaya) kemudian dikaitkan dengan Akidah, Asmaul husnah. Melalui pertanyaan dan tanggapan mereka sangat senang dan menjadi paham setelah mendapatkan materi alasan dan rujukan bacaan dan gerakan shalat yang sesuai praktik Rasul.

SARAN

Dari pengalaman tim pengmas  di lapangan diketahui bahwa ternyata metode dan media permainan untuk mata pleajaran AIKA di TK ABA tidaklah mudah. Untuk itu saran yang dapat tim Pengmas berikan adalah:

  1. Diperlukan usaha dan kemauan untuk mencoba dan mengembangkan metode dan media, dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar, yang mudah didapat, menarik, dan aman bagi anak. Oleh sebab itu  diperlukan kemauan, usaha maksimal dan kesabaran agar  berhasil.  diperlukan kreativitas dalam mengolah kosa kata dan penggunaan diksi  yang  tepat  untuk anak usia dini.
  2. Guru dituntutagar betul2 mempraktikkan  ibadah mahdah sesuai contoh Rasul dan HPT, dan melatihkan kepada siswa-siswi.
  3. Setelah mengikuti pelatihan ini disarankan kepada para peserta workshop untuk terus berlatih mengasah kemampuan mengolah kata yang menarik  dan trampil  agar siswa-siswi  menjdi semakin senang belajar AIKA.
  4. Dilihat dari antusiame peserta pelatihan, diharapkan kepada lembaga pengabdian masyarakat memfasilitasi kegiatan serupa untuk TK ABA yang lain

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, R.C. 1998. Language Skills in Elementary Education. New York: Macmilan  Publishing Co. Inc.

Badudu, J.S. 1998. Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Tinjauan dari Masa ke Masa. Yogyakarta: Kanisius.

Baradja, M.F.. 1998. Kapita Selekta Pengajaran Bahasa. Malang: IKIP Malang.

Chandrawaty, Elfan Fanhas FatwaKhomaeny,  2019, TK  Aisyiyah Bustanul Athfal: Dulu Kini dan Esok, Refleksi Kiprah Satu Abad TK ABA dalam Membangun Negeri, Edu Publisher.

Cleary, Linda Miller dan Michael D. Linn. 1999. Lingustics For Teachers. New York: Mc.   Graaw-Hill.

Dworetzky, John. P.. 2000. Introduction to Child Development. New York: West Publishing Company.

Goodman, Kenneth. 2001. The Reading Process: Interactive Approaches to Second Language Reading.Cambridge University Press.

Gibbons, Paulina. 2000. Learning to Learn in a Second Language. Australia: Heinemann Porthmourth NH.

Kyai Syuja’, 2009 Islam Berkemajuan: Kisah Perjuangan K.H.Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Masa Awal, Tangerang Selatan, Al-Wasath

Lindfors, Judith Wells. 1998. Chidren’s Language and Learning. Boston: Allyn and    Bacon.

Mu’arif dan HAjar Nur Setyowati, 2011, Srikandi-Srikandi ‘Aisyiyah, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah

Muchlisoh. 2002. Materi  Pokok Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Depdikbud.

Pollit, Theodora. 2006. How Play and Work are Organized in Kindergarten Classroom. Journal of Reseach in Childhood Education. Vol. 9 No. 1.

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, t,t, Sejarah dan Perkembangan ‘Aisyiyah, Yogyakarta: PPA

Rasyi, Afni, 2013, ‘Aisyiyah dan Gerakan Pemberdayaan Perempuan, dalam Zamah Sari dkk,      Studi Kemuhammadiyahan untuk Perguruan Tinggi, Jakarta: UHAMKA Press,

Root, Betty. 2001. Membantu Putra Anda Belajar Membaca. Jakarta: Periplus.

Rofiudin, Ahmad. 2003. Faktor Kretivitas dalam Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Islam Sabilillah. Malang: Lemlit Universitas Negeri Malang.

Sayafii, Imam. 1999. Pengajaran Membaca di Kelas-kelas Awal Sekolah Dasar. Pidato Tenaga pengajar Besar dalam Bidang Ilmu Pengajaran Bahasa Indonesia pada FPBS Universitas Negeri  Malang.

Smith, F. 1999. Reading. Cambridge: Cambridge University Press.

Semiawan, Cony R. 2002. Belajar dan Pembelajaran dalam Taraf Usia Dini. Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi.

Wahyudi, Jarot, ‘Nyai Ahmad Dahlan, 2002: Penggerak Perempuan Muhammadiyah, Ulama Perempuan Indonesia”, ed. Jajat Burhanuddin, Jakarta: Gramedia

Wodd, Elizabeth et all.. 1998. Play Learning and The Early Childhood Curriculum. London: Paul Charman Publishing.

About Mr Tohirin

Avatar

Leave a Reply